Wednesday, March 25, 2020

Sejarah Tentang Universitas Indonesia yang Terkenal

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atau Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung, dan secara resmi diresmikan oleh Menteri Pendidikan Indonesia, Bapak Muhammad Yamin. Universitas ini sebelumnya bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) atau Sekolah Guru yang bertujuan mendidik dan mengembangkan kapasitas intelektual bangsa muda Indonesia untuk memanfaatkan kemerdekaan baru. Dua pertimbangan utama untuk pendirian awal termasuk keprihatinan yang berkembang terhadap pendidikan selama periode awal kemerdekaan Indonesia dan meningkatnya permintaan akan guru yang lebih berkualitas untuk masyarakat Indonesia yang lebih makmur.

Pada awal berdirinya, bangunan utama Universitas Pendidikan Indonesia awal pada awalnya hanya sebuah villa peninggalan bernama Isola yang telah ada sebelum Perang Dunia II. Dalam perjuangan era melawan kolonialisme Belanda, bangunan ini digunakan sebagai markas besar pejuang kemerdekaan. Selama periode awal kemerdekaan Indonesia pada tahun 1940-an, kemudian direnovasi dan diubah menjadi Gedung Bumi Siliwangi yang sangat artistik. Untuk pertama kalinya, di gedung yang direnovasi ini, pemuda Indonesia menerima pendidikan guru di tingkat universitas sebagai realisasi dari Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Selama periode ini, PTPG diketuai oleh seorang Dekan yang bertanggung jawab atas beberapa departemen dan pusat, yang terdiri dari:


  • Ilmu pendidikan;
  • Pendidikan Jasmani;
  • Bahasa dan Sastra Indonesia;
  • Bahasa dan Sastra Inggris;
  • Sejarah budaya;
  • Ilmu pengetahuan Alam;
  • Ekonomi dan Hukum Negara; dan
  • Pusat Penelitian Pendidikan

Pada tahun 1958, Menteri Pendidikan, Instruksi, dan Kebudayaan Indonesia menyatakan bahwa Sekolah Guru ini menjadi lembaga pendidikan tinggi yang independen, dan seiring dengan pendirian Universitas Padjadjaran (UNPAD), ia diintegrasikan ke dalam universitas yang baru didirikan ini, yang disebut Fakultas Pendidikan (FIP).

Untuk memperbaiki sistem rekrutmen guru dan staf pendidikan, pada tahun 1961, berbagai mode pendidikan guru yang ada (Level BI dan BII) diintegrasikan ke dalam Fakultas Pendidikan (Tipe A dan B). Pada saat yang sama, lembaga pendidikan guru lain, yang disebut Institut Pendidikan Guru (IPG) juga didirikan, yang mengarah ke dualisme dalam pendidikan guru. Untuk menghindari polaritas ini, kedua lembaga pendidikan ini digabung menjadi Sekolah Guru (IKIP). Kemudian, tiga lembaga pendidikan yang berlokasi di Bandung digabung menjadi Bandung Teachers College atau IKIP Bandung.

Pada tahap awal, IKIP Bandung memiliki lima fakultas; Fakultas Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Pendidikan Sastra dan Seni, Fakultas Ilmu Sains, dan Fakultas Pendidikan Teknik. Mempertimbangkan meningkatnya permintaan akan guru serta perlunya peningkatan kualitas dan kesetaraan guru, IKIP Bandung membuka kelas ekstensi di berbagai kota di seluruh provinsi Jawa Barat.

Sebagai Perguruan Tinggi Guru pertama, IKIP Bandung memiliki peran yang lebih mendalam secara nasional. Pemerintah Indonesia memutuskan bahwa lembaga pendidikan ini membuka beberapa cabang di luar Pulau Jawa seperti yang berlokasi di Banda Aceh, Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Pada awal 1970-an, berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kelas-kelas ekstensi ini ditutup dan cabang-cabangnya dinyatakan sebagai fakultas pendidikan independen di setiap kota atau wilayah.

Mulai tahun 1970, untuk meningkatkan kualitas pendidik guru, IKIP Bandung membuka program pascasarjana untuk program magister dan doktoral, yang disebut Fakultas Pascasarjana. Sejak itu, program ini telah mengalami beberapa perubahan nama yang berbeda tetapi akhirnya, mulai tahun 2000, disebut School of Graduate Studies lagi.

Menanggapi pemerintah merestrukturisasi pendidikan tinggi melalui multi-program dan stratas, IKIP Bandung membuka Diploma Pendidikan pada tahun 1990. Untuk meningkatkan kualifikasi guru, guru sekolah dasar ditingkatkan ke Diploma II. Diploma Pendidikan ini tidak hanya dijalankan di kampus utama Bumi Siliwangi Bandung tetapi juga di beberapa kampus satelit (bekas sekolah menengah untuk guru). Menanggapi peraturan pendidikan pemerintah yang lebih dinamis, mulai tahun 1996, IKIP Bandung juga membuka Pendidikan Diploma II untuk anak-anak TK atau pra-sekolah.

Seiring dengan mandat pemerintah yang lebih luas untuk Teachers College, pada tahun 1999, IKIP Bandung diubah menjadi universitas, yang disebut Universitas Pendidikan Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia), diperintah oleh Keputusan Presiden No. 124, tanggal 7 Oktober 1999. Mandat ini memungkinkan universitas untuk tidak hanya menjalankan pendidikan, tetapi juga ilmu murni, matematika, teknik, sastra, seni, ekonomi, bisnis, dan ilmu sosial. Mengatasi masalah otonomi dalam manajemen pendidikan tinggi, pada tahun 2004, Universitas Pendidikan Indonesia diberikan status Badan Hukum Milik Negara. Akhirnya, mulai tahun 2012, bersama-sama dengan universitas berperingkat tinggi lainnya di Indonesia, status ini ditingkatkan menjadi universitas negeri dengan otonomi luas yang disebut PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum).

Hari ini, Universitas Pendidikan Indonesia berkembang dalam semua aspek. Selain upaya akademik yang kuat, universitas juga berhasil memperbaiki konsep dan masterplannya. Dengan bantuan keuangan yang disediakan oleh Islamic Development Bank, Japan International Corporation Agency (JICA) dan lembaga pendukung keuangan lainnya, Universitas Pendidikan Indonesia saat ini telah dilengkapi dengan infrastruktur dan bangunan modern dan elegan yang ditutupi oleh pepohonan hijau yang rindang dan rindang. Memiliki semua akademik, infrastruktur dan masterplan yang luar biasa ini, universitas dengan penuh percaya diri bertekad untuk menjadi institusi pendidikan tinggi terkemuka dan terkemuka yang diakui secara luas di tingkat nasional, regional dan internasional.

Di bawah ini adalah pemimpin Universitas Pendidikan Indonesia yang terkemuka, dari waktu ke waktu.

  • Sadarjoen Siswomartojo (1954-1961) (Dekan PTPG dan FKIP UNPAD pada 1957-1961)
  • M.A. Gazali Soerianatasoedjana dan Prof. Drs. Harsojo (1961-1963) (Dekan FKIP UNPAD A dan B)
  • H. Roeslan Abdulgani (1964-1966) (Rektor Pertama IKIP Bandung)
  • H. Achmad Sanusi, S.H., M.PA. (Rektor, 1966-1971)
  • Garnadi Prawirasudirdjo, M.Sc. (Rektor, 1971-1978)
  • Prof. Drs. H.M. Nu'man Somantri, M.Sc. (Rektor, 1978-1987)
  • Prof. Drs. H. Mas Abdul Kodir, M.Sc. (Rektor, 1987-1995)
  • Prof. Dr. H.M. Fakry Gaffar, M.Ed. (Rektor Pertama Universitas Pendidikan Indonesia, 1995-2005)
  • H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. (Rektor, 2005-2015)
  • Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D. (Rektor, 2015-2020) (Meninggal April 2017)
  • H. R. Asep Kadarohman, M.Si. (Rektor Sementara untuk 2015-2020)

No comments:

Post a Comment